
Langgur, Lintas-Timur co.id - Kabar gembira datang bagi masyarakat Kabupaten Maluku Tenggara. Yayasan Dokter Peduli atau yang lebih dikenal dengan nama doctorSHARE merencanakan kehadiran Rumah Sakit Kapal (RSK) Nusa Waluya II yang akan beroperasi melayani kebutuhan kesehatan warga di wilayah ini mulai bulan Agustus 2026 mendatang.
Langkah ini ditujukan khusus untuk menjawab tantangan pelayanan kesehatan di daerah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T) yang selama ini sulit dijangkau fasilitas medis darat.
Rencana strategis ini dituangkan dalam surat resmi permohonan audiensi nomor 168/YDP/K/V/2026 tertanggal 12 Mei 2026 yang disampaikan kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tenggara.
Dalam surat tersebut, doctorSHARE menyampaikan niat kuat untuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah guna mematangkan persiapan kegiatan pelayanan medis yang akan dilaksanakan.
Audiensi yang diagendakan pada Senin, 18 Mei 2026 pukul 13.30 WIT di kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tenggara menjadi langkah awal yang sangat penting.
Pertemuan ini bertujuan untuk memaparkan secara rinci konsep dan mekanisme operasional RSK Nusa Waluya II, sekaligus membahas peluang kerja sama serta bentuk dukungan yang dibutuhkan agar kegiatan ini berjalan lancar dan memberikan manfaat maksimal.
Yayasan Dokter Peduli (doctorSHARE) sendiri merupakan organisasi kemanusiaan nirlaba yang memiliki dedikasi tinggi dalam menyediakan pelayanan kesehatan berkualitas bagi masyarakat yang membutuhkan.
Melalui program unggulannya berupa Rumah Sakit Kapal, organisasi ini telah lama hadir menjembatani kesenjangan akses kesehatan di wilayah kepulauan dan pesisir yang terisolasi.
Kapal yang berfungsi sebagai rumah sakit terapung ini dilengkapi dengan fasilitas dan tenaga medis profesional yang siap memberikan layanan setara dengan fasilitas kesehatan di kota besar.
“Kehadiran Rumah Sakit Kapal Nusa Waluya II diharapkan dapat menjadi solusi nyata bagi keterbatasan akses pelayanan kesehatan di wilayah 3T Kabupaten Maluku Tenggara.
Kami hadir untuk memastikan setiap warga, tanpa terkecuali, berhak mendapatkan perawatan medis yang layak, aman, dan gratis,” demikian poin penting yang akan disampaikan dalam pertemuan nanti, sebagaimana tertuang dalam surat yang ditandatangani oleh Tutuk Utomo Nuradhy, S.S, M.M.
Selain pelayanan pengobatan gratis, operasional kapal rumah sakit ini juga akan mengedepankan program kesehatan bersifat promotif dan preventif.
Hal ini dilakukan sebagai upaya berkelanjutan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara menyeluruh, bukan hanya saat sakit, tetapi juga menjaga kesehatan dan mencegah timbulnya penyakit.
Pihak doctorSHARE telah menunjuk dr. Tasia Risma Lidya Simaremare (nomor kontak: +62 822-5228-5450) sebagai narahubung untuk koordinasi lebih lanjut dengan pihak Dinas Kesehatan.
Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara diharapkan dapat menyambut baik inisiatif ini, mengingat kehadiran fasilitas kesehatan terapung ini akan sangat membantu meringankan beban masyarakat, terutama yang berada di pulau-pulau kecil dan wilayah terpencil.
Kolaborasi antara pemerintah daerah dan pihak doctorSHARE dinilai akan menjadi langkah strategis dalam mewujudkan pemerataan layanan kesehatan di wilayah yang dijuluki Bumi Larvul Ngabal ini.
Masyarakat pun kini mulai menantikan kehadiran RSK Nusa Waluya II pada bulan Agustus nanti, berharap keberadaannya dapat membawa perubahan positif dan meningkatkan kualitas hidup serta kesehatan keluarga mereka.(**)