
Jakarta, Langgur, Lintas-Timur.co.id – Bupati Maluku Tenggara, Muhammad Thaher Hanubun, menyerahkan proposal pembangunan pelabuhan kepada Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhamad Masyhud, ST., MT. Pertemuan berlangsung hangat di Jakarta, Selasa (7/4/2025).
Dalam kesempatan itu, Bupati menyerahkan usulan pembangunan dan pengembangan untuk tiga lokasi vital. Yaitu Pelabuhan Elat, Pelabuhan Banda Ely, dan Pelabuhan Uf-Maar Danar.
Bupati menjelaskan, Maluku Tenggara adalah wilayah kepulauan. Terdiri dari gugusan Kei Kecil dan Kei Besar, sehingga konektivitas laut menjadi sangat strategis untuk menyatukan wilayah.
Saat ini sudah ada Pelabuhan Pengumpan Regional di Elat dan Pelabuhan Rakyat di Watdek Langgur. Namun, pengembangan fasilitas terus didorong demi kelancaran arus barang dan penumpang.
Prioritas di Kei Besar
Untuk mendorong ekonomi di Kei Besar, ada dua usulan utama. Pertama, penyusunan dokumen perencanaan lengkap untuk Pelabuhan Banda Ely.
Banda Ely saat ini menjadi tempat singgah kapal ASDP dan Kapal Perintis. Jarak ke ibu kota kabupaten sekitar 98 kilometer atau 60,89 mil laut.
"Bisa dicapai lewat darat dari Elat, tapi biayanya sangat tinggi. Sekali jalan bisa habis Rp 400 ribu sampai Rp 500 ribu per orang," jelas Bupati.
Kedua, pengembangan Pelabuhan Elat yang sudah ada. Dermaga saat ini panjangnya 70 meter dan lebar 8 meter, sehingga perlu dikembangkan sesuai Rencana Induk Pelabuhan (RIP) yang baru.
Potensi di Kei Kecil
Sementara untuk wilayah Kei Kecil, Bupati mengusulkan studi kelayakan Pembangunan Pelabuhan Uf-Maar Danar.
Wilayah ini memiliki potensi besar di sektor pariwisata bahari, perikanan budidaya rumput laut, dan pertanian.
"Dibutuhkan pelabuhan yang memadai sebagai pintu masuk wisata dan nantinya diharapkan menjadi pelabuhan peti kemas. Agar produk unggulan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tutup Bupati.(**)