
Tual, Lintas-Timur.co.id - Terjadi bentrokan antar kelompok pemuda di Desa Fiditan, Tual, pada hari Selasa (24/2) pukul 16.59 WIT. Bentrokan terjadi antara kelompok dari Kompleks Fiditan Kampung Lama dan Kompleks Fiditan Kampung Baru, yang kemudian menyebarkan ketegangan dan menimbulkan korban.
Setelah bentrokan awal, pukul 17.00 WIT massa dari Kampung Lama melakukan pelemparan bom Molotov ke arah Kampung Baru. Pukul 17.10 WIT, Wakapolres Tual Kompol Roni F. Manawan, S.Sos., MH. beserta personil Dalmas tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan himbauan kepada massa.
Selanjutnya pukul 17.20 WIT, Kapolres Tual AKBP Whansi Des Asmoro, S.H., S.I.K. tiba di lokasi dan memimpin upaya pembubaran massa. Namun, pukul 17.47 WIT, Kapolres terkena panah waer pada bagian bawah lutut kaki kiri. Hingga pukul 17.55 WIT, sebagian kelompok Kampung Lama masih melakukan perlawanan sebelum akhirnya diminta kembali ke pos pengamanan depan puskesmas.
Massa dari kedua kelompok mulai pulang ke kompleks masing-masing pada pukul 18.10 WIT. Pukul 18.30 WIT, personil Yon C Pelopor Sat Brimob Polda Maluku yang dipimpin Dansat Brimob KBP Irfan S.P. Marpaung, S.I.K., M.Si tiba untuk membantu pengamanan di lokasi.
Dua orang korban menerima perawatan di Rumah Sakit Umum Karel Sadsuitubun Langgur, yaitu AKBP Whansi Des Asmoro dan Rizqi R Taweatubun (19 tahun, pelajar/mahasiswa dari Kampung Baru) yang terkena panah di kaki kiri pangkal jari telunjuk.
Pihak kepolisian sedang melakukan penyelidikan mendalam terkait penyebab kejadian dan mengupayakan penanganan agar tidak terjadi perkara serupa di masa depan.(**)